Legend of the Land

Tahukah kamu tentang kisah asal muasal selat Bali?

Kisah bermula dari seorang anak durhaka yang begitu tergila-gila dengan berjudi, hingga ia berhutang sangat banyak dan meminta tolong ayahnya.

Ayahnya yang tidak tega akhirnya berusaha keras bertemu seekor naga sakti untuk meminta pertolongan. Ia pun ditolong dengan diberikan harta. Namun anaknya malah tetap berjudi, dan akhirnya si anak pergi menemui si naga sakti sendiri.

Karena ketamakannya, si anak menebas ekor si naga. Namun ia akhirnya mati terbakar saat sang naga menjilat jejak kakinya.
Sang ayah berusaha keras, memohon sang naga untuk mengembalikan anaknya. Iapun menyembuhkan ekor si naga dan anaknyapun diselamatkan.

Namun sang ayah akhirnya meninggalkan anaknya dan memberi jarak di antara mereka dan mengisinya dengan air. Itulah yang akhirnya membentuk selat Bali yang memisahkan pulau Jawa dan Bali.

Aku bisa mengerti. Betapa si ayah menyayangi anaknya, berusaha untuk memberikan, menolong dan menyelamatkan anaknya. Dan betapa ayahnya menyayanginya sehingga dia ingin anaknya belajar hidup dengan baik dan memisahkan diri darinya.

Kadang kala untuk bisa menolong orang lain, justru kita harus meninggalkannya untuk belajar. Sama seperti induk elang yang mendorong anaknya dari tebing untuk belajar terbang.

Dan itulah tepatnya yang aku lakukan.

Dua malam yang lalu Martin meneleponku. Oh, tentu saja aku mengomelinya habis-habisan. Memakinya, bahkan. Dia seharusnya adalah tunangan adikku tapi dia malah pergi dan menyakiti adikku.
Tapi malam itu dia memohon padaku untuk memberinya kesempatan.

Boleh juga. Saat kami di Uluwatu, Martin menggunakan kesempatannya dengan baik. Semoga dia tidak mengulangi kesalahannya lagi. Semoga Ella menerimanya. Semoga kami tidak perlu terpisah lagi. iya, aku memang nakal. demi adikku. tidak apa-apa kan?

Advertisements

One thought on “Legend of the Land

  1. saya suka lenda, thats why terpikat dengan kisah ini ^^

    orang tua pasti sayang kepada anaknya, tetapi kalau terlalu sayang juga tak baik. karenanya, anak juga harus belajar sendiri, walau pendampingan orang tua juga wajib. bukan berarti tiap langkah anak harus ditolong ayahnya, lalau kapan sang anak bisa belajar dewasa kalau terus ditolong?

    Ah Martin, jangan nakal lagi kau. Semoga dia bisa baikan dengan Ella yaa ^^

    ternyata rekreasi, selain menyenangkan, bisa membuat kamu belajar banyak hal ya ^^ apalagi kalau ditulis begini, bakal inget terus kisah ini 🙂

    keep blogging!

    salam manis,
    @argalitha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s