Saying Goodbye

Hari ini kami akan kembali ke Jakarta.

“Maaf. Aku menyesal.”

Aku tahu kami memang harus kembali.

“Kita jangan berpisah, ya?”

Aku akan sangat merindukan Bali.

“Aku kangen kamu. Aku ga bisa berhenti berpikir tentang kamu.”

Tidak, aku tidak akan berbohong.

“Ini semua aku pendam beberapa minggu ini. Aku tidak akan berbohong lagi.”

~

image

Sore kemarin Martin mengajakku menyusuri pantai Kuta saat sunset.

Sambil menyaksikan begitu banyak orang menikmati hal yang sama, Martin memegang tanganku dan mengatakan hal-hal tak terduga padaku.

Hampir sebulan yang lalu aku dan Martin berhenti menghubungi satu sama lain, karena kami mengalami perdebatan pendapat yang cukup parah, lalu Martin menghilang begitu saja.

Bahkan orangtuaku sampai memintaku untuk tidak menemuinya lagi.

Tapi kemarin, dia menjelaskan semuanya padaku.

Betapa kondisinya sangat kacau saat itu, dan bahwa dia tidak bermaksud meninggalkanku. Dia hanya butuh waktu untuk berpikir dan menenangkan diri.

Dengan lembut dia meminta maaf, dan memintaku untuk kembali menjalani hubungan kami. Dia tidak memaksa, dan aku memintanya untuk menunggu.

Banyak yang telah kami berdua alami bersama-sama di Bali. Bahkan jauh sebelum Bali, kami sudah memiliki begitu banyak kenangan bersama.

Aku tidak ingin meninggalkannya.

Ya, aku mau bersama dia lagi. Tapi apakah sekarang waktu yang tepat? apakah aku sudah sembuh? apakah aku sudah siap?

~

Kami dalam perjalanan menuju bandara Ngurah Rai saat Nyoman mulai bercerita mengenai pengalamannya.

Dia pernah mengantar seorang gadis cantik bernama Shinta di Bali, tapi sebuah kecelakaan membuat kuku kaki Shinta terpaksa harus dicabut, dan beliau tidak dapat lagi berjalan.

Akhirnya Shinta harus dibopong berkeliling oleh Nyoman. Nyoman pun akhirnya merasa memiliki tautan dengan Shinta.

Pada hari terakhir mereka di Bali, Shinta dan keluarganya di antar oleh Nyoman ke bandara. Di saat itulah Shinta mulai menangis. Nyoman berusaha menenangkannya, tapi Shinta malah menangis lebih keras.

Nyomanpun dengan dag dig dug kege-eran berkata “Shinta, jangan menangis. Perpisahan adalah sebuah awal untuk pertemuan-pertemuan berikutnya.”

Namun Shinta tetap menangis. Nyoman makin nervous, menyangka Shinta juga merasakan perasaan yang sama kepadanya dan tidak mau terpisah.

Akhirnya Nyoman berusaha mengatakan bahwa di bandara tidaklah pantas untuk menangis seperti itu.

Tapi yang jawaban Shinta merubah segalanya. Shinta justru berkata, “Bli. Siapa yang nangisin situ?? Saya nangis gara-gara jempol kaki saya tertimpa koper!!!”

Alamak. Nyomanpun dengan tersipu-sipu memindahkan koper dan pamit.

Kejadian yang sangat lucu.

Namun Nyoman ada benarnya. Perpisahan hanyalah sebuah awal untuk hal-hal baik lainnya. Mungkin perpisahanku dengan Bali adalah awal untuk banyak hal lain yang lebih indah.

Akupun menghubungi Martin. Ya, inilah awal untuk hal yang lebih indah.

Sampai jumpa Bali, Selamat datang awal yang baru.

Aloha!

Advertisements

7 thoughts on “Saying Goodbye

    1. hihihi, maklum ngetiknya pake hape, jadi formatnya rada ga ke kontrol gitu dehh ;p

      makasih yaa ngikutin ceritanya sampe habis πŸ™‚

  1. suka kalimat ini: “Perpisahan hanyalah sebuah awal untuk hal-hal baik lainnya.”
    gak bisa di like karena aku bukan wordpress, maaafff._.

  2. Uuuuh menyedihkan dan kata-kata ini pas sekali diucapkan > Perpisahan adalah sebuah awal untuk pertemuan-pertemuan berikutnya.

    Dan setiap moment indah, sedih atau bahagia pasti akan selalu dirindukan membuat kita ingin kembali lagi di Bali

  3. Awalnya udah mau *lap ingus* karena sedih.. eh ujungnya.. #gubraaak hahaha ceritanya lucu tapi ngena banget. Aduh kasian Shinta, udah kuku kakinya di cabut-__- ketiban koper pula. Nasiib..nasib hehehe.
    Benar, perpisahan emg bkn akhir dari segalanya, tapi awal untuk membuka hal baru wkwkwk. πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s